Belakangan ini telah beberapa kali secara singkat, saya menyempatkan diri untuk bertanya kepada para kasir toko swalayan seperi IndoMaret dan Alfa: apakah pernah mendengar nama-nama seperi "Otto Iskandar Di Nata" dan/atau "I Gusti Ngurah Rai". Tidak banyak yang dapat menjelaskan lebih rinci mengenai siapakah sebenarnya mereka, selain: "Itu nama-nama jalan... jadi sepertinya nama para pahlawan bangsa... ya, kan?".
Ironisnya, sangat jarang ada yang mengaku pernah melihat foto-foto dari pahlawan tersebut. Jadi, siapakah gerangan yang selama ini ditayangkan pada mata uang Rp. 20.000 dan Rp. 50.000???
Duh!
(revisi 081109-03)
4 comments:
Kalau saya, Pak, tidak terlalu pusing soal itu. Kalau malas, bisa cari tanya mbah Google :P
Tapi perkara uang, kemarin buat nunjukkan ke kawan-kawan Nepal.
Rp 5.000 -- orang Minang
Rp 10.000 -- orang Palembang
Rp 20.000 -- orang Sunda
Sayang sekali, saat ke Amerika saya tidak bawa uang edisi lama seperti Rp 1000 yang ada Pattimura (orang Ambon).
Dan jangan salah Pak,
dahulu di Australia, kawan dari Cina daratan malu karena tidak bisa menjelaskan dari suku minoritas mana pasangan yang ada di uang mereka.
Kalau saya justru agak sedih, karena jalan-jalan di Jakarta disingkat seenaknya oleh generasi muda seperti Gatot Subroto menjadi Gatsu atau Otto Iskandar Dinata menjadi Otista. Pertama kali saya mendengar singkatan tersebut, saya bingung.. Otista itu jalan yang mana yah? Gatsu itu jalan yang mana yah?
~halah
~ngakunyaSedihMelihatGenerasiMuda
~memangnyaUsiaSayaBerapa?
~jelas2MasihBerkepalaDua
~hehehehehe
bung tomo baru 'resmi jadi pahlawan' tahun ini. ironis ...
Ngurah Rai ? oh itu nama bandara di Bali ... hehehehehe
emangnya pelajaran sejarah jaman sekarang kayak apa sih ? jadi penasaran.
Hehehe.. still waiting buat Tan Malaka... :D
Post a Comment