Thursday, April 02, 2009

Pengakuan Bersalah...

Hari ini saya membaca berita dengan judul kurang lebih "Polisi selidiki jebolnya Situ Gintung". Beberapa waktu lalu, ada berita tentang para pelaku seperti "Pilot", "Penjaga Pintu Kereta Api", "Pengemudi", dan sejenisnya menjadi pesakit di pengadilan. Hm, selalu saja tanggung jawab disalurkan ke ujung tombak. Ternyata para pembuat kebijaksanaan serta para pelaksana (eksekutif) tidak pernah tersentuh dan tidak pernah salah?!

Saat membayar pajak di Bank, ternyata hanya dilayani hingga jam 11:00 dengan syarat sistemnya sedang tidak down. Pelayanan publik macam apa, ini???

OK... OK... saya mengaku bersalah: Ternyata salah memilih saat Pemilu 2004 yang lalu. Mudah-mudahan pemilu 2009 lebih baik? Duh!

revisi 090402-00

5 comments:

rimphy said...

Ngga mungkin, Pak. Sama aja. Mana ada negara multi partai yg beres :)
Apalagi indonesia bukannya tambah dikit malah tambah banyak partainya.

Rahmat M. Samik-Ibrahim said...

mengapa yang salah "multi partai"?

rimphy said...

Ini menunjukkan kalau semua orang, bahkan yg ngga kompeten pun, ingin jadi bos.
Mereka pikir kalo udah jadi bos bisa enak2an, dilayani. Padahal kan kalau ada sesuatu yg salah, si bos yg harusnya bunuh diri duluan.
Sayangnya disini orang kecil selalu jadi kambing hitam para bos.

wadiyo said...

Sogokan, uang pelicin, amplonya
kurang Pak.

Perlu digede-in lagi tuh..
dengan begitu semuanya lancar.

David SK said...

hmmm ..
Tapi tetap harus "milih" kan Pak!
dan kayaknya,
kemungkinan besar ... Aku akan salah lagi nih!
duuuuhhhh .... gimana ya ?
:)